Bandar Lampung Akan Bersholawat, Bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf



BANDARLAMPUNG - Panggung utama bernuansa hijau berukuran 24 x 18 x 2 meter dan berlatar backdrop banner raksasa, dilengkapi dua unit videotron sisi kiri kanan panggung, berdiri megah di diameter tengah di tepi kanan mepet ke eks bangunan GOR Saburai, di Lapangan Saburai Korem 043/Gatam, Enggal, Bandarlampung, pada Jumat (8/9/2023) pagi.


Pantauan lokasi, dua orang pekerja tampak pulas tertidur, menggeletak seadanya di panggung mini muka panggung utama, usai lembur semalaman, lokasi kegiatan tematik Bandarlampung Bersholawat Bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, yang akan dihelat bada Isya, pada Jumat malam ini.

Berjarak 100 meter dari panggung utama, satu tenda sarnavil berdiri di tengah lapangan, sentra kontrol sound system dan tata cahaya.

"Sunnah baju putih, membawa alas duduk," wanti penyelenggara, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bandarlampung melalui unggahan poster digital di akun ofisial media sosial Instagramnya.

Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, Ketua PCNU Bandarlampung Ichwan Adji Wibowo dan jajaran, tetamu undangan dan ribuan nahdliyin dan warga kota yang tiada henti Ichwan ajak untuk menjadikan NU sebagai rumah bersama itu, bakal membersamai pimpinan sholawat, Habib Syech, lantunkan syukur kehadirat Allah SWT, bersalawat bagi Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Dari informasi yang dihimpun, selain unsur PWNU Lampung dan Forkopimda Plus Kota Tapis, perhelatan juga akan diikuti nahdliyin sekitar kota, termasuk Kabupaten Pringsewu.

Bagi PCNU Kota Bandarlampung, agenda ini terhitung agenda kolosal perdana tahun ini. Informasi pengingat, kepengurusan PCNU Bandarlampung saat ini, atau masa khidmat 2022-2027, dilantik oleh salah satu Ketua PBNU Prof Dr M Mukri, di Gedung Semergou kompleks kantor Pemkot Bandarlampung, Minggu 16 Oktober 2022 malam.

Ketua PCNU Kota Bandarlampung, Ichwan Adji Wibowo saat pelantikan merinci empat unsur yang harus dilakukan kabinetnya dalam menjalankan organisasi jam’iyyah ini demi keharusan bangun karakter kepemimpinan.

Yakni mengembangkan jam’iyyah NU inklusif yang menerima peradaban, responsif atas dinamika kehidupan umat, membangun karakter produktif untuk hasil karya yang bermanfaat, dan jam’iyyah mandiri yang mampu bertumpu pada diri sendiri.

Pj. Ketua PWNU Lampung, saat itu Prof Dr Wan Jamaluddin mengingatkan, merawat, menjaga dan membangun peradaban dapat disimpulkan jadi tiga poin: fokus melakukan rekontekstualisasi guna membangkitkan perekonomian demi bisa berkontribusi nyata, menggali, mempromosikan turots Nahdliyin dan amaliyah mu’tabaroh dalam keseharian, serta kedisiplinan melestarikan khazanah budaya yang begitu banyak dan kaya.

Ada pun kabinet PCNU Kota Tapis berdasar SK PBNU Nomor 107/A.II.04.d/07/2022 terdiri dari 18 Mustasyar (penasihat), 29 pengurus harian Syuriyah, 13 A’wan (dewan pakar), dan 32 pengurus harian Tanfidziyah.

Perinci abjad, di Mustasyar, duduk KH Abdul Al Munir, KH Abdul Basyit, KH Edy Abdul Aziz, Habib Husein Idrus Assegaf, Habib Umar Muhdhor Al Haddad, KH Hafiduddin Hanif, Heri Kurniadi, Husin Moch Alhaddad, Itong Hidayat, KH Mas Badaruzzaman, KH Masdar, M Irsan HB, Ruslan, KH Sukmaja Da Arpin, Dr Sutana Yusuf, Yuhadi, HA Zamzani Yasin, dan KH Zuhermansyah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama