Salah Satu Mantan Kepala Dusun Kampung Kemu, Kecamatan Banjit Diduga Serobot Fasilitas Umum Menjadi Fasilitas Pribadi



 


Way Kanan - Ditengah-tengah Masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam menghadapi susana kemarau, dampak cuaca El- Niino melanda di seantero tanah air, Salah Satu Mantan Kepala Dusun Kampung Kemu, Kecamatan Banjit, diduga malah serobot fasilitas umum menjadi fasilitas pribadi.

Itulah yang dikeluhkan dari beberapa Masyarakat di Dusun 01 Kampung Kemu, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan yang enggan disebut namanya sebut saja Bejo(Nama Samaran) ketika di jumpai oleh Tim Investigasi Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Way Kanan pada (10/09/2023).

Bejo menjelaskan bahwa Fasilitas umum itu adalah bermula sumur bor yang diperuntukan bagi Masyarakat sekitar, akan tetapi semenjak Oknum Mantan Kepala Dusun tersebut tidak aktif lagi di Kampung maka status sumur bor tersebut sudah menjadi alih fungsi dari fasilitas umum menjadi fasilitas pribadi sekaligus, diduga di dikomersilkan menjadi tempat isi ulang air bersih.

"Ya kami sebagai Masyarakat Dusun 01 Kampung Kemu tentunya merasa kecewa dan tidak terimalah kalau fasilitas umum dialih fungsikan menjadi fasilitas pribadi," kata Bejo dengan mimik wajah marah tapi tak sanggup berbuat banyak.

Guna menyikapi hal tersebut maka Tim Investigasi dari Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Way Kanan langsung meluncur ke tempat kejadian perkara.

Benar saja fasilitas umum berupa sumur bor tersebut diduga telah beralih fungsi dari fasilitas umum menjadi fasilitas pribadi dengan bentuk kontruksi bangunan tertutup rapat, dan tidak semua orang diperkenankan untuk masuk dan keluar bebas ke area kecuali bagi yang ingin mengisi galon air bersih.

diminta tanggapan dari salah satu wakil rakyat yang selalu aktif menanggapi keluhan-keluhan Masyarakat kecil terkait dugaan beralih fungsinya fasilitas umum menjadi Fasilitas pribadi tersebut Mulyadi,S.H (55) dari Daerah Pemilihan DAPIL 5 (Kasui, Banjit, Rebang Tangkas) dari Partai Demokrat, beliau marah besar dan kalaupun tidak tuntas persoalan ini maka ia tidak segan-segan untuk membawa persoalan ini keranah hukum.

"Saya sebagai wakil rakyat tentunya tidak akan tinggal diam ketika melihat adanya dugaan beralih fungsinya fasilitas umum menjadi fasilitas pribadi seperti ini, dan demi kepentingan Masyarakat banyak saya rela dan ikhlas berjuang sampai ada kejelasan dan ketegasan dari pihak-pihak terkait," ujarnya.

lebih lanjut pria yang akrab dipanggil Mulyadi tersebut menegaskan bahwa fasilitas umum itu harus segera dikembalikan ke awal mula yakni sumur bor untuk masyarakat umum bukan jadi milik pribadi. Minggu, (10/09/2023).

Sementara itu ketika di konfirmasi berkaitan dengan adanya dugaan alih fungsi fasilitas umum tersebut Kepala Kampung Kemu Rambat mengatakan bahwa ia mempersilahkan untuk Tim Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Way Kanan turun langsung ke lokasi.

"Ya silahkan turun langsung saja ke lokasi biar tahu ketentuannya bagaimana, bisa di klarifikasi seperti apa, sembari mengatakan maaf pak ya saya lagi sedang gak enak badan," tutup Rabat.(Tim.Investigasi IWOI Way Kanan).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama