BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi memulai langkah strategis untuk memperluas kawasan Kotabaru Bandar Negara (KBN) seluas 4.000 hektare. Perluasan ini diproyeksikan tidak hanya sebagai pengembangan pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi baru guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Rencana ini dibahas secara intensif dalam Rapat Pembahasan Perluasan Kota Baru yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, Rabu (21/1/2026).
Sinergi Pemanfaatan Kawasan Hutan
Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa saat ini luas eksisting Kotabaru adalah 1.308 hektare yang difokuskan untuk instansi pemerintahan. Mengingat kebutuhan pembangunan masa depan, Pemprov Lampung membidik tambahan lahan seluas 4.000 hektare yang secara administratif berada di wilayah kawasan hutan.
"Secara regulasi, pemanfaatan lahan ini dimungkinkan tanpa harus melalui proses pelepasan kawasan dari Kementerian Kehutanan. Untuk itu, kami segera menyampaikan draf rencana block plan perluasan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku," ungkap Mulyadi.
Agenda Audiensi dengan Menteri Kehutanan
Guna memastikan kelancaran proyek strategis ini, Pemprov Lampung dijadwalkan akan melakukan audiensi langsung dengan Menteri Kehutanan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk:
Memaparkan konsep pengembangan kawasan secara komprehensif.
Mendapatkan kepastian legalitas pemanfaatan lahan hutan untuk pembangunan daerah.
Mensinkronkan pengembangan wilayah dengan program prioritas nasional.
Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional
Pengembangan Kotabaru Bandar Negara (KBN) dirancang sejalan dengan visi pemerintah pusat, termasuk penguatan sektor ketahanan pangan. Mulyadi menegaskan bahwa perluasan ini akan menjadi stimulus bagi munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung.
"Pemerintah Provinsi Lampung siap mengambil peran aktif dalam mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen. KBN diharapkan menjadi salah satu kontributor utama dalam mencapai target tersebut melalui penyediaan ruang bagi investasi dan sektor prioritas lainnya," pungkasnya.
Langkah perluasan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perkotaan yang modern, berkelanjutan, dan mampu menarik minat investor untuk turut serta membangun masa depan Provinsi Lampung.