BANDAR LAMPUNG, 9 Maret 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir di beberapa kecamatan. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turun langsung memastikan bantuan berupa uang tunai senilai Rp1.000.000 per Kepala Keluarga (KK) serta bantuan logistik tersampaikan dengan tepat sasaran.
Distribusi Bantuan di Titik Terdampak Hingga saat ini, Pemkot telah memetakan dan menyalurkan bantuan di tiga kecamatan utama yang mengalami dampak signifikan:
Kecamatan Tanjung Senang: 520 paket bantuan.
Kecamatan Sukabumi: 100 paket bantuan.
Kecamatan Way Halim: 70 paket bantuan.
Selain dana tunai, bantuan logistik berupa nasi kotak dan beras juga telah didistribusikan sejak awal terjadinya musibah guna memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga selama masa pemulihan.
“Kami berikan bantuan Rp1 juta kepada warga terdampak. Sejak awal tim bersama lurah dan camat sudah turun memberikan nasi kotak dan logistik lainnya. Penyaluran ini akan terus kami lanjutkan di beberapa wilayah terdampak,” ujar Wali Kota Eva Dwiana saat peninjauan lapangan.
Dukungan bagi Keluarga Korban Jiwa Wali Kota juga menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa seorang anak yang hanyut terseret arus sungai. Pemkot telah memberikan santunan kepada keluarga korban dan memastikan anggota keluarga yang jatuh sakit mendapatkan penanganan medis gratis di rumah sakit.
Langkah Strategis Mitigasi Banjir Menyikapi berulangnya musibah banjir, Eva Dwiana menegaskan bahwa Pemkot tidak akan berhenti pada pemberian bantuan saja. Langkah koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akan segera dilakukan untuk membahas normalisasi dan penanganan sungai secara komprehensif.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan BBWS untuk membahas penanganan sungai dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Tim teknis di lapangan tetap siaga untuk melakukan penanganan darurat,” tambahnya.
Pemerintah Kota berharap bantuan stimulan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dan menjadi awal dari proses pemulihan kondisi lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.