BANDAR LAMPUNG, 11 Maret 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung resmi menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandar Lampung untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kesepakatan kolaborasi ini dimatangkan dalam pertemuan antara Wali Kota Eva Dwiana dan jajaran pengurus HIPMI di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (4/3).
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menjadikan UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing global.
Fokus Pelatihan dan Digitalisasi Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa tantangan utama UMKM saat ini adalah adaptasi teknologi dan akses pasar. Melalui keterlibatan HIPMI, Pemkot berharap para pelaku usaha muda dapat memberikan pendampingan teknis kepada UMKM lokal, mulai dari manajemen usaha hingga pemanfaatan platform digital.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Kami ingin kolaborasi dengan HIPMI menghadirkan program nyata, mulai dari pelatihan kewirausahaan, digitalisasi produk lokal, hingga kemudahan akses permodalan bagi warga,” ujar Eva Dwiana.
Inovasi Pengusaha Muda untuk Produk Lokal Perwakilan HIPMI Kota Bandar Lampung menyatakan kesiapannya untuk menjadi mentor bagi para pelaku UMKM. HIPMI berkomitmen untuk membagikan jaringan bisnis serta pengetahuan mengenai standar kualitas produk agar UMKM Bandar Lampung tidak hanya berjaya di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.
Selain itu, kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan sektor ekonomi kreatif. Dengan pemberdayaan wirausaha muda, diharapkan muncul lapangan pekerjaan baru yang inovatif di berbagai kelurahan di Bandar Lampung.
Sinergi Pembangunan Ekonomi Kreatif Pertemuan tersebut juga membahas skema pameran bersama dan fasilitasi pemasaran produk unggulan daerah di pusat-pusat perbelanjaan maupun hotel di Bandar Lampung. Pemkot berharap sinergi ini dapat meningkatkan kapasitas fiskal daerah melalui penguatan sektor riil yang berkelanjutan.
Dengan visi yang sejalan antara umara (pemerintah) dan dunia usaha, masa depan pelaku UMKM di Bandar Lampung diprediksi akan semakin cerah, mandiri, dan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.