BANDAR LAMPUNG, 11 Maret 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung secara resmi mulai mendistribusikan paket bantuan darurat bagi 1.202 warga yang menjadi korban banjir pada Jumat (6/3) lalu. Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa bantuan berupa beras dan dana tunai sebesar Rp1 juta diberikan khusus bagi warga yang rumahnya mengalami dampak langsung di empat wilayah krusial: Kecamatan Rajabasa, Tanjung Senang, Sukarame, dan Sukabumi.
Penyaluran ini merupakan tahap awal sementara Pemkot masih melakukan validasi data tambahan dari tingkat kecamatan guna memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dari jangkauan jaring pengaman sosial.
Prioritas Dampak Langsung Dalam keterangannya pada Minggu (8/3), Wali Kota Eva Dwiana menjelaskan bahwa bantuan saat ini difokuskan pada pemulihan kondisi ekonomi keluarga yang rumahnya terendam.
“Total warga terdampak di empat kecamatan paling parah ada 1.202 orang. Kami berikan beras dan uang tunai Rp1 juta per rumah. Jika nanti ada laporan tambahan warga yang belum terjangkau, akan segera kita susulkan bantuannya,” ujar Eva Dwiana.
Evaluasi Teknis dan Koordinasi Lintas Wilayah Meskipun tim gabungan dari BPBD dan jajaran kecamatan telah diterjunkan untuk penanganan darurat, Wali Kota kembali menggarisbawahi akar permasalahan banjir yang bersifat regional. Ia menyebut aliran air kiriman dari Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan menjadi faktor yang tidak bisa diselesaikan oleh Pemkot sendirian.
Eva Dwiana kembali mendesak keterlibatan aktif Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan normalisasi sungai-sungai utama yang membelah kota.
“Infrastruktur drainase kota terus kita perbaiki, tapi untuk sungai dan pengendalian banjir besar itu kewenangan Balai. Kalau semua pihak turun bersama, terutama Balai, insya Allah penanganan banjir di Bandar Lampung bisa lebih maksimal,” pungkasnya.
Duka Mendalam Atas Korban Jiwa Pemkot Bandar Lampung juga menyampaikan duka cita mendalam atas adanya laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, fokus pemerintah daerah adalah memastikan proses pembersihan sisa banjir berjalan lancar serta mencegah munculnya penyakit pascabencana di lokasi-lokasi pengungsian mandiri warga.