BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengambil langkah diskresi strategis dengan mengintervensi pengerjaan infrastruktur di titik-titik krusial mitigasi banjir. Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menegaskan bahwa Pemkot akan mengambil alih normalisasi sungai di Kecamatan Tanjung Senang yang sempat terhambat, meski secara regulasi wilayah tersebut berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Langkah berani ini diambil demi memberikan kepastian keamanan bagi warga, mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi dan urgensi penanganan di lapangan.
Sinergi dan Respons Cepat di Titik Krusial Walikota yang akrab disapa Bunda Eva ini menyoroti perlunya sinergi lintas sektoral yang lebih dinamis. Ia memutuskan untuk bergerak cepat agar pengorbanan warga yang telah menghibahkan tanahnya untuk kepentingan umum tidak sia-sia akibat kendala koordinasi.
“Masyarakat sudah sangat kooperatif menghibahkan tanah mereka. Kita tidak bisa membiarkan pengerjaan tertunda terlalu lama. Saya sudah menjalin komunikasi dengan pihak Balai agar Pemkot dapat segera mengambil alih pengerjaannya. Ini murni demi keselamatan warga,” tegas Bunda Eva saat meninjau warga terdampak, Kamis (16/4/2026).
Penyaluran Bantuan Rp5 Miliar untuk Pemulihan Warga Selain fokus pada infrastruktur, Pemkot Bandar Lampung juga bergerak cepat dalam ranah perlindungan sosial. Anggaran sebesar Rp5 miliar telah disiapkan dan mulai disalurkan kepada 5.800 Kepala Keluarga (KK) di 36 titik banjir yang tersebar di 13 kecamatan.
Bantuan tersebut mencakup:
Beras 10 Kilogram per KK.
Santunan Tunai Rp500.000 per KK untuk membantu biaya pemulihan pascagenangan.
Bantuan diserahkan secara maraton di beberapa wilayah terdampak, antara lain Kecamatan Bumi Waras, Rajabasa, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan Tanjung Senang.
Penataan Aliran Sungai di Sukabumi Walikota juga menginstruksikan penataan kembali aliran sungai yang terhambat oleh bangunan, khususnya di wilayah Sukabumi. Pemkot akan melakukan penertiban secara terukur untuk memastikan fungsi sungai sebagai saluran pembuangan air kembali optimal.
“Pemerintah hadir untuk bertanggung jawab. Beberapa titik sudah kami rapikan kembali agar arus air lancar dan risiko banjir di masa mendatang dapat diminimalisir,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, Pemkot Bandar Lampung berharap dapat memberikan rasa aman yang konkret bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan lingkungan di Kota Tapis Berseri.