BANDAR LAMPUNG — Setelah menelurkan lima karya lintas topik, jurnalis senior sekaligus penulis asal Lampung, Juwendra Asdiansyah, resmi merilis buku terbarunya yang khusus mengulas ranah pers berjudul Kitab Jurnalisme (dari) Lampung. Karya setebal 368 halaman terbitan BumiBima tersebut merangkum sembilan bab berisikan tulisan reflektif, panduan teknis reportase dan wawancara, hingga otokritik terhadap independensi profesi wartawan di tengah dinamika industri media.
Penulis yang akrab disapa Juwe ini menegaskan bahwa pers yang anti-kritik memiliki potensi besar menjadi tirani baru yang mengabaikan kepentingan publik. Oleh karena itu, buku ini hadir tidak hanya sebagai panduan praktis reportase bagi mahasiswa dan jurnalis muda, melainkan juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat umum dalam memahami peran vital pers berkualitas bagi keberlangsungan demokrasi.
Prof. Dr. Sudjarwo, M.S., Guru Besar Universitas Malahayati yang memberikan kata pengantar, menilai keunggulan buku ini terletak pada kemampuannya memadukan pengalaman lapangan dengan refleksi intelektual yang sarat integritas moral. Masa pemesanan awal (pre-order) buku karya penerima anugerah Tokoh Eksklusif Lampung 2013 dan mantan Ketua AJI Bandar Lampung ini dibuka hingga 15 Agustus 2026.
"Jurnalisme yang baik bukan yang paling senang mengkritik tapi tak sanggup menerima kritik. Seperti kekuasaan, pers yang tak pernah dikritik atau alergi terhadap kritik sangat potensial menjadi tirani," tegas Juwendra Asdiansyah, Kamis (13/8/2026).