BALIK BUKIT — Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, secara resmi membuka Festival Kreasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) se-Provinsi Lampung Tahun 2026 yang dipusatkan di GOR Aji Saka, Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (1/9/2026). Pembukaan ajang edukasi tingkat provinsi ini ditandai secara simbolis melalui pemukulan gamolan pekhing, alat musik bambu tradisional khas Lampung.
Festival yang berlangsung selama empat hari, mulai 31 Agustus hingga 3 September 2026, diikuti oleh perwakilan guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Mengangkat tema "Pembelajaran Mendalam Berakar Budaya", forum ini dirancang sebagai wadah berbagi praktik baik, pameran inovasi pembelajaran, talk show, senam sehat, hingga pameran produk unggulan sekolah.
"Festival ini menjadi wadah untuk kita berkolaborasi. Tidak bisa disamakan satu daerah dengan daerah yang lain dalam budaya pendidikannya. Pemerintah daerah juga harus memastikan program pendidikan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Bupati Parosil Mabsus.
Soft Launching ULD AYL dan Pembagian 1.998 Seragam Gratis
Rangkaian acara pembukaan turut diwarnai dengan peluncuran awal (soft launching) Unit Layanan Disabilitas Akomodasi yang Layak (ULD AYL) bidang pendidikan yang ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama.
Selain itu, Pemkab Lampung Barat menyerahkan secara simbolis bantuan 1.998 paket seragam sekolah gratis kepada siswa tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kecamatan Balik Bukit. Program seragam gratis ini disinergikan dengan berbagai skema beasiswa daerah, seperti beasiswa kedokteran dan beasiswa seni budaya untuk memperluas aksesibilitas pendidikan.
Atensi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Peningkatan STEM, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, yang hadir mewakili Mendikdasmen Abdul Mu'ti, mengapresiasi penyelenggaraan festival ini. Maila menekankan pentingnya peran guru kreatif di dalam kelas serta perlunya payung perlindungan hukum yang kuat bagi para pendidik saat menerapkan pendisiplinan siswa.
"Kita membutuhkan guru yang kreatif dalam merancang pembelajaran sekaligus menanamkan karakter. Semangat KREASI ini harus bertemu dengan tema perlindungan guru agar guru terlindungi dalam melakukan pendisiplinan di kelas," kata Prof. Maila.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BGTK Lampung Hendra Apriawan menggarisbawahi bahwa kegiatan ini diselenggarakan bukan sekadar seremonial, melainkan upaya konkret menggalang sinergi lintas daerah dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah pendidikan di Provinsi Lampung.