Jakarta — Partai Golkar akhirnya mengambil langkah tegas dengan mencopot Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, dari jabatannya sebagai anggota DPR Fraksi Golkar. Keputusan ini diumumkan secara resmi melalui surat pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan Sekjen Ahmad Sarmuji, Minggu (31/8). Pencopotan berlaku mulai Senin, 1 September 2025.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan sosial dan gelombang demonstrasi yang merebak di berbagai daerah setelah pernyataan Adies terkait tunjangan DPR menjadi sorotan publik. Pernyataan soal tunjangan rumah sebesar Rp52 juta dan tunjangan bensin Rp7 juta memicu kemarahan masyarakat. Meski Adies telah melakukan klarifikasi dan menyatakan tidak ada tunjangan sebesar itu, ucapannya telanjur memperkeruh suasana dan dianggap melukai rasa keadilan publik.
“DPP Partai Golkar menegaskan bahwa aspirasi rakyat tetap menjadi acuan utama perjuangan partai. Seluruh kiprah Partai Golkar merupakan kristalisasi dari semangat kerakyatan yang berlandaskan pada cita-cita nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” tulis pernyataan resmi Golkar.
Selain mencopot Adies, Golkar juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam rangkaian demonstrasi yang terjadi sejak 25 Agustus 2025. Gelombang aksi yang semula menuntut penghentian tunjangan DPR, dalam beberapa kesempatan, berubah menjadi kericuhan hingga aksi penjarahan.
“Golkar menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya sejumlah warga negara Indonesia dalam berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini ketika mereka memperjuangkan aspirasi,” lanjut pernyataan itu.
Bagian dari Tren Pencopotan Politisi
Keputusan Golkar ini menambah daftar partai politik yang mengambil langkah tegas terhadap kadernya pasca demonstrasi besar-besaran menolak tunjangan DPR. Sebelumnya, Partai NasDem juga resmi mencopot Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR karena dinilai melukai hati rakyat melalui pernyataan publik mereka.
Pengamat menilai langkah pencopotan ini menunjukkan tekanan besar dari publik terhadap partai politik agar lebih sensitif terhadap keresahan rakyat. Gelombang protes yang dipicu isu tunjangan DPR dianggap sebagai titik balik hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Upaya Pemulihan Kepercayaan Publik
DPP Partai Golkar menegaskan bahwa pencopotan Adies bukan hanya langkah disiplin, tetapi juga bentuk komitmen partai dalam memperbaiki hubungan dengan rakyat.
“Di sisi lain, DPP Partai Golkar menegaskan upaya partai untuk memperkuat disiplin dan etika bagi Anggota DPR RI dari Partai Golkar,” tutup pernyataan tersebut.
Dengan pencopotan ini, Partai Golkar berharap dapat meredam kekecewaan publik sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap partai di tengah krisis legitimasi yang sedang dihadapi lembaga legislatif.
Tags:
Politic
