DPR Cabut Kebijakan Tunjangan dan Hentikan Kunker ke Luar Negeri






Prabowo Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Rakyat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan hasil rapat tertutup bersama pimpinan partai politik, Ketua DPR, MPR, dan DPD di Istana Negara, Minggu (31/8). Rapat ini digelar untuk merespons gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah daerah sejak Kamis hingga Sabtu (30/8).

Dalam konferensi pers didampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta jajaran ketua umum parpol, Prabowo menyampaikan bahwa DPR sepakat mencabut sejumlah kebijakan yang dinilai menimbulkan kegaduhan publik.

“Pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri,” ujar Prabowo.
Sikap Tegas Partai Politik

Prabowo juga mengungkapkan bahwa partai politik telah mengambil langkah tegas terhadap anggota DPR yang pernyataannya memicu kemarahan rakyat. Beberapa nama yang resmi dicabut keanggotaannya dari DPR RI antara lain Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai NasDem, serta Eko Patrio dan Uya Kuya dari Partai Amanat Nasional (PAN).

“Para ketua umum partai politik sudah menyampaikan langkah tegas, bahwa anggota DPR harus selalu peka dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegasnya.
Jaminan Kebebasan Berpendapat

Dalam keterangannya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin kebebasan berpendapat sebagaimana diatur dalam Kovenan Internasional PBB tentang Hak Sipil dan Politik Pasal 19 serta UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Namun, ia menekankan bahwa kebebasan tersebut harus dilakukan secara damai tanpa menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.


“Penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara damai. Namun jika pelaksanaannya berujung anarkis, merusak fasilitas umum, menjarah, hingga mengancam keselamatan jiwa, maka hal itu pelanggaran hukum dan negara wajib hadir melindungi rakyat,” tegas Prabowo.
Hadirnya Pimpinan Parpol dan Lembaga Tinggi Negara

Dalam kesempatan ini, hadir pula sejumlah tokoh politik nasional, di antaranya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, serta perwakilan dari Demokrat dan PKS. Dari unsur legislatif tampak Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Ketua DPD Sultan Najamuddin.

Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono tidak hadir karena masih dalam perjalanan dinas dan baru tiba sore hari, sementara Presiden PKS Muzammil juga absen karena berada di luar kota.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak tampak hadir dalam pertemuan tersebut dan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana mengenai ketidakhadirannya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama