Salah satu keputusan besar dalam reshuffle ini adalah pergantian posisi Menteri Keuangan, di mana Sri Mulyani resmi digantikan. Pergantian ini menjadi perhatian pelaku pasar, yang tampaknya merespons dengan kecemasan terhadap arah kebijakan fiskal ke depan.
Volume transaksi tercatat sebesar 35,616 miliar saham, dengan frekuensi perdagangan mencapai 2.191.561 kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp 19,305 triliun.
Saham Top Losers Sore Ini:
-
Ginting Jaya Energi (WOWS): Turun 18 poin (14,63%) ke 105
-
Humpuss Maritim Internasional (HUMI): Turun 20 poin (12,42%) ke 141
-
Pyridam Farma (PYFA): Turun 65 poin (11,40%) ke 505
-
MNC Digital Entertainment (MSIN): Turun 75 poin (11,28%) ke 590
Nilai Tukar Rupiah
Meskipun pasar saham melemah, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat justru menguat. Mengutip data Bloomberg, rupiah tercatat menguat sebesar 123 poin atau 0,75 persen ke level Rp 16.309 per dolar AS.
Kinerja Bursa Saham Asia
Di sisi lain, mayoritas bursa saham di kawasan Asia mencatatkan penguatan:
-
Nikkei 225 (Jepang): Naik 625,000 poin (1,45%) ke 43.643,800
-
Hang Seng (Hong Kong): Naik 215,929 poin (0,85%) ke 25.633,910
-
SSE Composite (Tiongkok): Naik 14,330 poin (1,25%) ke 3.826,840
-
Straits Times (Singapura): Naik 1,919 poin (0,04%) ke 4.309,000
Pasar diperkirakan masih akan mencermati arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah pasca-reshuffle untuk menentukan posisi dan strategi investasi ke depan.
