IHSG Melemah 0,89 Persen di Tengah Reshuffle Kabinet

 



Jakarta, 8 September 2025 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sore hari ini, Senin (8/9), di tengah sentimen reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. IHSG turun 70,055 poin atau 0,89 persen ke level 7.797,292 pada pukul 16.00 WIB.

Salah satu keputusan besar dalam reshuffle ini adalah pergantian posisi Menteri Keuangan, di mana Sri Mulyani resmi digantikan. Pergantian ini menjadi perhatian pelaku pasar, yang tampaknya merespons dengan kecemasan terhadap arah kebijakan fiskal ke depan.

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar juga turut melemah, dengan penurunan sebesar 16,213 poin atau 2,03 persen ke 783,591.
Pasar saham mencatat sebanyak 451 saham mengalami penurunan, sementara 232 saham menguat dan 121 saham stagnan.

Volume transaksi tercatat sebesar 35,616 miliar saham, dengan frekuensi perdagangan mencapai 2.191.561 kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp 19,305 triliun.

Saham Top Losers Sore Ini:

  • Ginting Jaya Energi (WOWS): Turun 18 poin (14,63%) ke 105

  • Humpuss Maritim Internasional (HUMI): Turun 20 poin (12,42%) ke 141

  • Pyridam Farma (PYFA): Turun 65 poin (11,40%) ke 505

  • MNC Digital Entertainment (MSIN): Turun 75 poin (11,28%) ke 590

Nilai Tukar Rupiah

Meskipun pasar saham melemah, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat justru menguat. Mengutip data Bloomberg, rupiah tercatat menguat sebesar 123 poin atau 0,75 persen ke level Rp 16.309 per dolar AS.

Kinerja Bursa Saham Asia

Di sisi lain, mayoritas bursa saham di kawasan Asia mencatatkan penguatan:

  • Nikkei 225 (Jepang): Naik 625,000 poin (1,45%) ke 43.643,800

  • Hang Seng (Hong Kong): Naik 215,929 poin (0,85%) ke 25.633,910

  • SSE Composite (Tiongkok): Naik 14,330 poin (1,25%) ke 3.826,840

  • Straits Times (Singapura): Naik 1,919 poin (0,04%) ke 4.309,000

Pasar diperkirakan masih akan mencermati arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah pasca-reshuffle untuk menentukan posisi dan strategi investasi ke depan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama