Jakarta – Gelombang unjuk rasa yang berujung ricuh di Jakarta dan sejumlah daerah sejak Kamis (28/8) hingga Minggu (31/8/2025) kini menjadi sorotan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kericuhan tersebut bukan lagi sekadar aksi penyampaian aspirasi, melainkan sudah mengarah pada tindakan makar dan terorisme.
Dalam pidatonya di Istana Negara, Minggu (31/8), Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir aksi perusakan dan penjarahan.
“Namun kita tak dapat pungkiri sudah mulai kelihatan gejala adanya tindakan di luar hukum bahkan melawan hukum, bahkan adanya mengarah terhadap makar dan terorisme,” ujar Prabowo.
Presiden pun memerintahkan TNI–Polri untuk menindak tegas para pelaku perusakan, penjarahan, hingga pembakaran fasilitas umum.
Polri Bentuk Tim Khusus
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pihaknya akan memburu tidak hanya pelaku di lapangan, tetapi juga aktor intelektual serta pihak yang membiayai aksi anarkis tersebut.
“Polri akan bergerak sesuai dengan bukti-bukti di lapangan. Kita akan tarik dari fakta yang kita dapat, akan terus kita cari baik pelaku di lapangan, aktornya, siapa yang membiayai, semua akan kita cari,” kata Sigit saat ditemui di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9).
Eks Kabareskrim itu memastikan langkah kepolisian sejalan dengan instruksi Presiden agar massa perusuh diproses secara hukum.
Prabowo: Niatnya Bukan Demo
Usai menjenguk sejumlah anggota Polri yang terluka saat mengamankan aksi, di RS Polri Kramat Jati, Senin (1/9), Prabowo kembali menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi sudah terencana.
“Niatnya bukan menyampaikan pendapat, niatnya bikin rusuh, niatnya mengganggu kehidupan rakyat, niatnya menghancurkan upaya pembangunan nasional untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Prabowo.
Ia menyebut, indikasi kesengajaan terlihat dari massa yang datang dengan perlengkapan untuk membakar serta adanya aksi pembakaran gedung DPRD.
Ada Pasokan Petasan ke Pendemo
Prabowo juga mengungkap adanya laporan bahwa sejumlah truk mengirimkan petasan dalam jumlah besar kepada massa. Akibatnya, banyak anggota Polri mengalami luka bakar serius.
“Ada yang terbakar lehernya, ada yang terbakar di paha. Bayangkan kalau laki-laki terbakar alat vitalnya. Ini menurut saya sudah merusuh, niatnya bakar. Ditemukan truk isinya alat-alat untuk membakar,” jelasnya.
Presiden menegaskan, pemerintah akan tetap fokus menjalankan program pembangunan dan tidak akan mundur menghadapi pihak-pihak yang berusaha menggagalkan agenda nasional.
“Saya memegang mandat rakyat. Saya tidak akan mundur dalam membela rakyat,” tegas Prabowo.
Tags:
Nasional
