Sebagai Menko Polhukam ad interim, Sjafrie langsung memimpin rapat koordinasi perdana bersama jajaran pejabat tinggi Kemenko Polhukam di Jakarta, Selasa (9/9).
"Selamat datang Pak Menhan sebagai Menko Polhukam ad interim. Pada Bapak Menko Polhukam kami ucapkan selamat datang," ujar Wakil Menko Polhukam, Lodewijk Freidrich Paulus, saat membuka rapat.
Dalam rapat tersebut hadir sejumlah pejabat senior Kemenko Polhukam, di antaranya:
-
Letjen TNI Mochammad Hasan (Sekretaris Kemenko Polhukam),
-
Mohammad Kurniadi Koba (Deputi Bidang Politik Luar Negeri dan Pengamanan Perbatasan),
-
Marsda TNI Oka Prawira (Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional),
-
Marsda TNI Eko D. Indarto (Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi).
Penunjukan Sjafrie Sjamsoeddin merupakan langkah strategis Presiden untuk menjaga stabilitas sektor politik dan keamanan nasional di tengah dinamika situasi politik terkini.
Sementara itu, pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pergantian Menko Polhukam sebelumnya, Budi Gunawan, bukan disebabkan oleh kerusuhan aksi unjuk rasa yang terjadi pada 25–31 Agustus lalu.
"Ya tidak ada, tidak ada kemudian karena sesuatu hal yang sangat spesifik begitu, tidak," ujar Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa keputusan Presiden didasarkan pada hasil evaluasi menyeluruh serta masukan dari berbagai pihak.
Pergantian ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempercepat penanganan isu-isu strategis yang berada di bawah koordinasi Kemenko Polhukam.
