Dukung Pemprov-Bappenas, Komisi II DPRD Lampung Soroti Nilai Tambah Hasil Tani

 


BANDAR LAMPUNG — Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki, M.Pd.I., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam mengakselerasi program hilirisasi komoditas pertanian daerah.

Kebijakan strategis ini difokuskan pada penguatan industri berbasis singkong, pengembangan kawasan industri pangan, serta pemanfaatan potensi energi terbarukan berbasis sektor pertanian guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Meningkatkan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani

Ahmad Basuki menilai bahwa transformasi dari sekadar produsen bahan mentah menjadi industri pengolahan merupakan langkah krusial untuk mengoptimalkan potensi melimpah sektor pertanian Lampung.

Hilirisasi dianggap sebagai kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah (value added) produk lokal, memperkuat daya saing industri daerah, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

"Kami di Komisi II DPRD Lampung mendukung penuh sinergi Pemprov Lampung dan Bappenas. Potensi pertanian Lampung harus diolah melalui penguatan industri agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan petani dan memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan," tegas Ahmad Basuki, Jumat (24/7/2026).

Dorong Percepatan Realisasi Investasi dan Sinergi Pusat-Daerah

Komisi II DPRD Provinsi Lampung mendesak agar rencana pengembangan kawasan industri pangan dan bioenergi ini segera ditindaklanjuti secara konkret melalui kerja sama sinergis antara pemerintah pusat dan daerah.

Langkah ini diharapkan mampu menarik minat investasi, memperluas kesempatan kerja, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi Lampung yang inklusif dan berkelanjutan.Dukung Pemprov-Bappenas, Komisi II DPRD Lampung Soroti Nilai Tambah Hasil Tani

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama