KALIANDA — Dampak kemarau panjang yang diperberat dengan sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK) mendorong Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Selatan merespons dengan menggelar Sholat Istisqa dan Istighosah secara serentak di 20 titik lokasi yang tersebar di 17 kecamatan, Kamis (10/9/2026).
Untuk wilayah Kecamatan Kalianda, puncak kegiatan dipusatkan di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Selatan sekitar pukul 07.30 WIB. Sebanyak lebih dari 350 jamaah yang terdiri atas jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, ulama, pimpinan pondok pesantren, hingga warga masyarakat larut dalam doa bersama memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan berkah.
Turut hadir langsung di lokasi acara, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, S.T., M.B.A., serta Kepala Kantor Kemenag Lampung Selatan, Ahmad Rifa’i, S.E., M.M.
Fenomena sebaran abu vulkanik tipis sebelumnya dilaporkan sempat menempel di sejumlah fasilitas publik, pemukiman warga, perkantoran, tempat ibadah, hingga lingkungan sekolah di kawasan Kalianda akibat terbawa angin dari perairan Selat Sunda.
Ikhtiar Batin dan Introspeksi Diri
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Istisqa dua rakaat yang dimammi sekaligus dikhatibi oleh Ustaz Dadang Sa’auddin, S.Pd. Agenda kemudian dilanjutkan dengan lantunan istighosah dan zikir khusyuk yang dipimpin oleh Ustaz Nurhasan.
Dalam arahannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa sholat Istisqa serentak ini merupakan wujud penyempurna dari berbagai ikhtiar teknis yang telah diupayakan pemerintah daerah dalam menanggulangi dampak bencana kekeringan di wilayahnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Lampung Selatan Ahmad Rifa’i menyampaikan bahwa kondisi bencana dan kemarau ini sepatutnya dijadikan momentum evaluasi serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
"Manusia memiliki keterbatasan baik dari sisi teknologi maupun upaya fisik. Hujan adalah rahmat dan ketetapan Allah SWT. Momentum ini mengajak kita semua memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi, serta memperbaiki hubungan baik dengan Sang Pencipta, sesama manusia, maupun alam sekitar," ungkap Ahmad Rifa’i.