Sleman, 1 September 2025 — Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Jogja Memanggil hari ini memadati Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menggelar aksi demonstrasi damai. Aksi ini diselenggarakan sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Massa aksi, yang terdiri dari berbagai perwakilan kampus dan masyarakat, menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka menyuarakan keberatan atas beberapa isu krusial, di antaranya:
Efisiensi Anggaran Pendidikan: Kekhawatiran terhadap pemotongan anggaran yang dinilai dapat mengganggu kualitas pendidikan nasional.
PPN 12 Persen: Penolakan terhadap rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dianggap memberatkan masyarakat.
Kenaikan Tunjangan DPR: Protes terhadap kebijakan kenaikan tunjangan bagi anggota DPR di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Represifitas Aparat: Kritik terhadap tindakan aparat yang dinilai represif dalam menghadapi unjuk rasa atau ekspresi publik.
Salah satu perwakilan Aliansi Jogja Memanggil, Bung Kus, menjelaskan alasan pemilihan lokasi aksi di Bundaran UGM. "Kami memilih Bundaran UGM untuk menghindari provokasi dan gangguan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama para pedagang di kawasan Malioboro," ujarnya. Keputusan ini diambil sebagai wujud solidaritas agar aksi demonstrasi tidak merugikan pihak lain, khususnya para pedagang kaki lima yang mencari nafkah sehari-hari.
Aksi ini berjalan dengan tertib dan damai, menegaskan pesan bahwa "Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan" dalam menyuarakan aspirasi demi perbaikan bangsa.
Tags:
Demo
