Jakarta, 9 September 2025 – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, turut menanggapi reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid II yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9) di Istana Negara, Jakarta.
"Reshuffle itu hak prerogatif presiden," ujar Noel singkat saat ditemui wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (9/9), sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Noel saat ini telah diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Menteri oleh Presiden Prabowo Subianto menyusul status hukumnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia merupakan satu dari sebelas orang yang dijerat dalam kasus dugaan pemerasan terkait proses sertifikasi K3.
Usai ditetapkan sebagai tersangka, Noel menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan sejumlah pihak. Ia juga membantah telah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK serta menegaskan bahwa perkara yang menjeratnya bukanlah kasus pemerasan seperti yang ramai diberitakan.
"Saya berharap bisa mendapat amnesti dari Presiden," ujar Noel, meskipun tidak menjelaskan lebih lanjut dasar permintaan tersebut.
Reshuffle Kabinet Jilid II
Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid II pada Senin (8/9), yang diumumkan secara langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Prosesi pelantikan para menteri baru dipimpin langsung oleh Presiden di Istana Negara.
Berikut lima posisi menteri yang mengalami perombakan:
-
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan: Budi Gunawan
-
Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa (menggantikan Sri Mulyani)
-
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI: Mukhtarudin (menggantikan Abdul Kadir Karding)
-
Menteri Koperasi dan UKM: Ferry Juliantono (menggantikan Budi Arie Setiadi)
-
Menteri Pemuda dan Olahraga: Tetap dijabat Dito Ariotedjo
Selain itu, dalam langkah strategis pengelolaan ibadah haji, Presiden Prabowo juga menunjuk:
-
Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah
-
Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah
Reshuffle ini disebut sebagai bagian dari upaya penyegaran dan penguatan kinerja kabinet dalam mengawal visi dan misi pemerintahan ke depan.
