Jakarta, 9 September 2025 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan susunan Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9) di Istana Negara. Salah satu pergeseran signifikan dalam reshuffle kali ini adalah terkait jatah kursi menteri dari Partai Golkar.
Jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang sebelumnya diisi oleh kader Golkar, Dito Ariotedjo, kini kosong dan tidak lagi menjadi bagian dari alokasi kursi untuk partai berlambang pohon beringin tersebut. Sebagai gantinya, Golkar memperoleh kursi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang kini diisi oleh Mukhtarudin, politisi senior asal Kalimantan Tengah.
Mukhtarudin dilantik secara resmi oleh Presiden Prabowo di Istana Negara pada Senin (8/9), menggantikan Abdul Kadir Karding dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya menjabat Menteri P2MI.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa partainya menghormati penuh keputusan Presiden terkait komposisi kabinet.
"Sekali lagi, itu hak prerogatif Bapak Presiden. Kami dari partai hanya merekomendasikan, tapi keputusan tetap pada Bapak Presiden," ujar Bahlil kepada wartawan di Istana Negara, Senin (8/9).
Profil Menteri P2MI: Mukhtarudin
Mukhtarudin merupakan tokoh Golkar kelahiran Pangkalan Bun, 11 Maret 1965. Ia menjabat sebagai anggota Komisi VII DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, dan dikenal aktif dalam isu-isu energi, riset, dan investasi.
Sebelum aktif di politik nasional, Mukhtarudin berkarier sebagai staf pengajar dan pendiri Universitas Antakusuma. Ia juga pernah menjabat Kabid Promosi Penanaman Modal Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, serta aktif sebagai pengusaha dan pengelola yayasan pendidikan.
Mukhtarudin telah terpilih sebagai anggota DPR RI pada periode 2004, 2019, dan kembali pada 2024.
Dengan penempatan Mukhtarudin di Kementerian P2MI, Partai Golkar kini memegang kendali di kementerian yang memiliki peran strategis dalam melindungi hak dan kesejahteraan jutaan pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Sementara itu, kursi Menpora masih belum terisi dan kabarnya terdapat tiga kandidat non-Golkar yang tengah dipertimbangkan oleh Presiden.
