BANDAR LAMPUNG, 8 Januari 2026 – Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk menyukseskan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif jajaran pejabat Pemkot dalam rapat koordinasi daring bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung pada Kamis (8/1).
Rapat yang dipusatkan di Command Center Pemkot Bandar Lampung tersebut bertujuan untuk memantau progres fisik dan memetakan kendala lapangan dalam realisasi program strategis nasional tersebut.
Optimalisasi Aset sebagai Strategi Percepatan
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah penyediaan lahan untuk pembangunan gerai dan pergudangan koperasi. Pemkot Bandar Lampung bersama Pemprov Lampung menyepakati strategi berikut:
Prioritas Lahan: Pembangunan fisik gerai Koperasi Merah Putih akan diprioritaskan memanfaatkan lahan atau aset milik Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi yang berada di wilayah Bandar Lampung.
Manfaat: Langkah ini diambil untuk mempercepat proses legalitas lahan (tertib administrasi), memangkas biaya pengadaan, serta mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum produktif.
Identifikasi Kendala dan Solusi Berjenjang
Forum ini juga menjadi sarana bagi Pemerintah Kota untuk melaporkan kondisi riil di tingkat kecamatan dan kelurahan melalui Ketua Forum Camat.
Pemetaan Masalah: Mengidentifikasi titik-titik kelurahan yang memiliki keterbatasan lahan aset.
Fasilitasi Provinsi: Kendala yang tidak dapat diselesaikan di tingkat kota akan segera difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Lampung guna mencari solusi teknis maupun regulasi.
Visi Koperasi sebagai Mesin Ekonomi Kerakyatan
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Bidang Pemerintahan, Kepala Dinas Koperasi & UKM, serta jajaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Kehadiran tim lengkap ini menunjukkan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan integrasi dari berbagai sektor:
Kemandirian Ekonomi: Membangun kekuatan ekonomi dari tingkat kelurahan agar masyarakat tidak bergantung pada rantai pasok yang panjang.
Ketahanan Pangan: Koperasi akan menjadi penyangga stok pangan lokal dengan adanya fasilitas pergudangan yang memadai.
Kesejahteraan Anggota: Menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk memasarkan produknya secara lebih terorganisir.
Target Operasional
Sesuai instruksi pusat dan provinsi, seluruh gerai Koperasi Merah Putih ditargetkan dapat beroperasi secara optimal pada akhir Maret 2026. Pemkot Bandar Lampung optimistis dengan sinergi lintas OPD, target tersebut dapat tercapai demi pemerataan ekonomi masyarakat di Kota Tapis Berseri.